Kamis, 04 Juni 2020

TIPS MEMBACA PUISI

Anda ingin mengikuti lomba baca puisi? Atau Anda akan melakukan penilaian baca puisi di kelas? Simaklah tips berikut ini agar Anda dapat membaca puisi dengan baik.

 1. Perhatikan irama, mimik, kinesik, dan volume suara

Membaca puisi harus memperhatikan irama, mimik, kinesik, dan volume suara yang sesuai dengan isi puisi. Irama merupakan gelombang turun naik, keras lembut, dan panjang pendek suara, atau bunyi bahasa. Mimik merupakan perubahan atau ekspresi raut muka seseorang. Kinesik merupakan gerak tangan dan tubuh untuk berkomunikasi atau mendukung ekspresi. Volume suara merupakan keras lemahnya suara yang disesuaikan dengan isi puisi.

2. Artikulasi kata

Puisi akan mudah dipahami jika pelafalan atau pengucapan kata-kata dalam puisi tersebut diucapkan dengan artikulasi yang tepat dan jelas.

3. Memberi tanda

Membaca puisi yang indah dan penuh penjiwaan juga harus mempertimbangkan intonasi yang benar. Agar intonasi yang dibacakan mudah dipahami sesuai dengan makna puisi maka perlu menuliskan beberapa tanda untuk membantu mengucapkan dengan benar. Tanda tersebut bisa meliputi tanda untuk nada datar, nada naik, nada turun, tanda untuk kata-kata penting dan tandai pula bagian yang harus dibaca lembut atau yang harus dibaca keras.

Tak hanya tanda untuk membantu intonasi membaca tapi juga tanda untuk untuk berhenti membaca. Berikan tanda tertentu di bagian kata untuk berhenti sebentar, berhenti agak lama dan berhenti lama.

5. Mengekspresikan puisi

Setelah pemberian tanda yang penting pada beberapa bagian kata dalam puisi maka saatnya membaca sambil mengekspresikan puisi tersebut sesuai dengan tanda-tanda tersebut. Banyak berlatih tentu akan sangat membantumu untuk menyampaikan makna puisi secara tepat dan menambah rasa percaya diri.

Rabu, 03 Juni 2020

Pengertian Teks Prosedur

Setiap hari, kita melakukan suatu kegiatan. Misalnya membaca buku, naik kendaraan, menggunakan alat elektronik, memasak, beribadah, dan sebagainya. Agar dalam melakukan kegiatan tersebut dengan benar kita memerlukan serangkaian petunjuk untuk melakukan kegiatan tersebut. 

Petunjuk-petunjuk itulah yang dinamakan teks prosedur. Nama lain teks prosedur adalah kiat, tips, resep, dan cara jitu. 

Contoh Teks Prosedur


Cara Menghidupkan Komputer

Komputer merupakan salah satu perangkat elektronik yang sering digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Sebelum digunakan, komputer ini harus dihidupkan terlebih dahulu. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menghidupkan komputer. 
  1. Pastikan kabel-kabel sudah terpasang dengan benar.
  2. Hidupkan stabilizer voltage jika ada.
  3. Hidupkan monitor dengan menekan tompol power pada monitor .
  4. Hidupkan CPU dengan menekan tombol power pada CPU .
  5. Tunggu hingga proses booting selesai sampai muncul layar desktop.
  6. Komputer sudah siap dipakai.

Kamis, 28 Mei 2020

Kegiatan yang Perlu Dilakukan Ketika Membaca Puisi

Berikut ini adalah kegiatan yang perlu kita lakukan ketika akan membacakan puisi.

1. Pahami isi puisi.
2. Lafalkan tiap kata dengan jelas.
3. Berikan penekanan pada kata-kata tertentu.
4. Apabila membawa naskah atau teks, pandangan mata jangan hanya tertuju pada naskah. Usahakan pandangan mata tertuju ke depan.
5. Jangan terlihat gugup dan gemetar.
6. Apabila diperlukan, gunakan gerakan tubuh (misalnya tangan) tetapi jangan berlebihan.
7. Jangan tergesa-gesa saat membaca. Berikan jeda pada tiap baris.
8. Bacalah puisi dengan penuh perasaan. Bayangkan bahwa Anda benar-benar mengalami kisah yang diceritakan dalam puisi tersebut. 

Senin, 25 Mei 2020

Langkah-Langkah Menyusun Resensi

Anda ingin menyusun resensi? 

Perhatikan langkah-langkah berikut ini!

1. Bacalah keseluruhan isi buku!
2. Catatlah pokok-pokok isi buku!
3. Cari tahu latar belakang penulis atau informasi sesuai isi buku!
4. Buatlah judul resensi yang menarik! 
5. Tulislah identitas buku yang diresensi!
6. Buatlah pendahuluan yang menarik!
7. Tulislah sinopsis buku!
8. Berikan penilaian terhadap isi buku! 
9. Buatlah kesimpulan mengenai kelayakan buku pada bagian penutup!
10. Suntinglah resensi yang sudah dibuat!

Selasa, 19 Mei 2020

STRUKTUR RESENSI

Resensi dibentuk dari beberapa unsur. Unsur pembangun resensi meliputi judul resensi, data buku, pembukaan, tubuh resensi, dan penutup.

a. Judul Resensi
Judul resensi menggambarkan isi resensi. Judul resensi ditulis secara singkat dan jelas. Judul resensi juga harus menarik untuk menimbulkan minat pembaca.

b. Data Buku
Data buku disebut juga identitas buku. Data buku mencakup judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, cetakan, tebal buku, dan harga buku.

c. Pendahuluan 
Pendahuluan memaparkan perihal umum yang berkaitan dengan buku atau pengarang.
Bagian pendahuluan dapat dimulai dengan memaparkan pengarang. Pendahuluan juga dapat berisi perbandingan karya yang pernah dibuat penulis. Alternatif lainnya adalah memberikan pertanyaan retoris yang menggugah kesadaran dan keinginan pembaca untuk membaca lebih lanjut resensi tersebut. 

Senin, 18 Mei 2020

UNSUR PEMBANGUN BUKU NONFIKSI



Buku nonfiksi memiliki unsur pembangun berupa bagian pembuka, isi, dan penutup. Bagian pembuka berisi kata pengantar, daftar isi, dan pendahuluan. Bagian isi merupakan garis besar pembahasan atau penjelasan materi. Sementara itu, bagian penutup terdiri atas simpulan, glosarium, daftar pustaka, dan indeks.

Kata Pengantar 
Kata pengantar berisi pengantar penulis sebagai pembukaan buku. Kata pengantar berisi alasan penyusunan buku, gambaran secara umum isi buku, dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu proses pembuatan buku.

Daftar Isi
Daftar isi adalah lembaran halaman yang menjadi petunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman. daftar isi memudahkan pembaca menemukan informasi yang dicari dalam buku.

Pendahuluan
Pendahuluan berisi informasi singkat mengenai isi buku. Penulis juga dapat menyampaikan inti sari buku dalam pendahuluan. 

Isi
Bagian isi buku merupakan bagian inti buku. Bagian isi memuat berbagai informasi yang akan disampaikan penulis. Bagian isi terdiri atas beberapa bab dan subbab sesuai selera penulis.

Penutup atau Simpulan
Bagian penutup atau simpulan merupakan bagian akhir dalam sebuah buku. Bagian ini menyajikan inti sari dari buku yang telah diuraikan sebelumnya. 

Glosarium
Glosarium berisi istilah penting yang terdapat dalam bagian isi. Istilah tersebut dilengkapi dengan artinya. Glosarium ditulis secara alfabetis.

Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi acuan atau referensi dalam menyusun buku. Daftar pustaka menampilkan nama pengarang, tahun terbit, judul buku, kota penerbit, dan nama penerbit.

Indeks 
Indeks berisi daftar kata kunci beserta halaman kata tersebut dalam buku. Indeks ditulis secara alfabetis.


Cara Praktis Menulis Buku Non Fiksi Halaman 1 - Kompasiana.com

Rabu, 13 Mei 2020

Unsur Pembangun Buku Fiksi

Unsur pembangun buku fiksi ada 2 yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.
a. Unsur Intrinsik Buku Fiksi
Cerita dalam buku fiksi dikembangkan dengan unsur intrinsik. 
1. Tema 
Tema adalah landasan dasar penulisan cerita. Sebagai dasar cerita, tema akan dikembangkan menjadi jalinan cerita. Tema yang digunakan dalam buku fiksi misalnya masalah sosial, religius, hingga cinta kasih.
2. Alur
Alur adalah pola pengembangkan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat. Berdasarkan waktunya, alur dalam buku fiksi dapat dibagi menjadi alur maju, mundur, dan campuran.
3. Latar
Latar dalam cerita fiksi dibagi menjadi 4, yaitu latar tempat, waktu, suasana, dan sosial budaya. 
a. Latar tempat 
Latar tempat berkaitan dengan lokasi terjadinya kejadian pada sebuah cerita. 
b. Latar waktu
Latar waktu berkaitan dengan waktu kejadian peristiwa yang terjadi pada sebuah cerita fiksi. 
c. Latar suasana
Latar suasana menggambarkan suasana kejadian pada cerita fiksi. 
d. Latar sosial budaya 
Latar sosial budaya berhubungan erat dengan kehidupan sosial masyarakat.
4.Penokohan
Penokohan adalah penulisan gambaran jelas tentang seseorang dalam sebuah cerita. Berdasarkan perwatakannya, tokoh dalam buku fiksi dibagi menjadi tokoh protagonis dan antagonis. 
5. Sudut Pandang
Sudut pandang adalah cara atau pandangan yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita. 
6. Amanat
Amanat