Senin, 27 September 2021
Penilaian Bahasa Indonesia Kelas X Semester 1
Minggu, 05 September 2021
Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi
Setiap teks memiliki unsur kebahasaan yang terkandung di dalamnya. Tahukah Anda unsur kebahasaan dari teks eksposisi? Berikut ini akan dijelaskan mengenai unsur kebahasaan dari teks eksposisi yaitu istilah, adjektiva atau kata sifat, pronomina atau kata ganti, dan konjungsi.
1. Istilah
Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu, seperti pendidikan, kesehatan, hukum, ekonomi, sains, teknologi, seni dan sebagainya.
Jika topik teks eksposisi adalah kesehatan, maka istilah-istilah yang muncul dalam teks tersebut misalnya : virus, infeksi, diagnosis. Jika topik teks eksposisi adalah pendidikan, maka istilah-istilah yang muncul dalam teks tersebut misalnya : kurikulum, pendidik, peserta didik.
2. Adjektiva atau Kata Sifat
Adjektiva (kata sifat) adalah kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan sesuatu, misalnya keadaan orang, binatang, benda. Contoh kata sifat diantaranya yaitu baik, tinggi, baru, dingin, rajin, murah, sempit, manis, dsb.
Adjektiva atau kata sifat memiliki ciri sebagai berikut.
- Memberikan sifat kepada benda.
- Menunjukan tingkat komparatif atau tingkat perbandingan (kurang atau lebih).
- Menunjukan tingkat superlatif atau tingkat paling.
- Dapat didahului kata amat, sangat, paling, terlalu, agak, dan lebih.
- Dapat diikuti kata sekali dan benar.
- Dapat diulang dan dilekati imbuhan se-nya
3. Pronomina atau Kata Ganti
Pronomina atau kata ganti adalah kata yang dipakai untuk mengacu pada kata benda berfungsi untuk mengganti kata benda atau nomina. Jenis promina dijelaskan pada gambar berikut ini.

4. Konjungsi atau Kata Penghubung
Konjungsi atau kata penghubung adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf.

Minggu, 22 Agustus 2021
Membedakan fakta dan Opini
- Fakta adalah kejadian atau keadaan yang benar-benar terjadi dan bukan mitos serta pernah dilihat oleh manusia itu sendiri atau telah dilakukan suatu pengujian dan pemastian di khalayak umum. Fakta dapat disebut juga sebagai hasil dari pengamatan secara objektif yang dapat diuji kebenarannya oleh siapapun.
- Ciri-ciri kalimat fakta
- Memiliki Data Akurat. Dalam kalimat fakta, kita bisa menemukan ada data yang jelas terhadap suatu peristiwa. Data tersebut dapat berupa bilangan statistik, tanggal dan waktu kejadian, maupun hal lain yang telah diuji kebenarannya.
Bersifat Objektif. Yang dimaksud objektif dalam kalimat fakta adalah pernyataan yang terdapat di dalamnya bersifat umum dan telah diakui kebenarannya oleh banyak pihak, khususnya oleh badan atau lembaga resmi.
Benar-benar terjadi. Sebuah kalimat dapat dianggap sebagai fakta jika pernyataan di dalamnya memaparkan situasi yang benar-benar terjadi. Benar-benar terjadi berarti kita bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri ataupun mendengar laporan beritanya dari orang yang berwenang.
- Opini merupakan suatu ide, pikiran, atau pendapat yang biasanya bersifat tidak objektif serta belum disahkan kebenarannya. Seperti suatu prediksi dimana belum terdapat orang yang dapat memastikan bahwa hal tersebut benar benar ada atau terjadi.
Ciri-ciri kalimat opini
- Mengandung Pendapat Pribadi. Dalam kalimat opini, kita akan menemukan pendapat dari diri sendiri ataupun dari orang lain.
Bersifat subjektif. Pernyataan yang dipaparkan dalam kaimat cenderung subjektif. Artinya, hal-hal yang dikemukakan hanya menurut salah satu pihak sehingga tidak bisa dikatakan netral.
Memiliki Kata Bersifat Relatif. Pada kalimat opini, kita akan menemukan kata yang bersifat relatif. Yang dimaksud relatif di sini adalah kata atau frasa tersebut cenderung bisa berubah bergantung siapa yang mengucapkannya. Kata-kata yang termasuk relatif, di antaranya: paling, lebih, agak, ataupun biasanya.
- Contoh kalimat fakta : (1) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia hingga tanggal 13 Mei 2013 mencatat ada 158.812 narapidana dan tahanan di Indonesia, yang 51.899 orang di antaranya terkait kasus narkoba. (2) Presiden Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi merupakan presiden ke 7 Indonesia.
- Contoh kalimat opini : (1) Sebagai generasi muda, sudah seharusnya kita menyiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas. (2). Biasanya, pengguna narkoba adalah kalangan artis atau selebriti.
Mengidentifikasi Tesis, Argumen, dan Rekomendasi
- Teks eksposisi adalah teks yang memiliki fungsi menyampaikan gagasan-gagasan berupa pemikiran tentang suatu topik. Teks eksposisi ini bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan nonfiksi.
- Bentuk teks ini biasa digunakan dalam kegiatan ceramah, perkuliahan, editorial, opini, diskusi, dan debat.
- Teks eksposisi berisi tesis, argumen, dan rekomendasi.
- Tesis adalah pendapat umum yang disampaikan penulis terhadap permasalahan yang diangkat dalam teks eksposisi.
- Argumen adalah unsur penjelas untuk mendukung tesis yang disampaikan. Argumen dapat berupa alasan logis, data hasil temuan, fakta-fakta, dan pernyataan para ahli.
- Rekomendasi adalah saran yang disampaikan oleh penulis terhadadap permasalahan yang diangkat.
- Contoh Teks Eksposisi
Narkoba Pada Kalangan Remaja
Narkoba,merupakan nama yang akrab di semua kalangan. Narkoba merupakan zat yang dapat mengakibatkan rasa kecanduan sehingga penggunanya akan terus berusaha mendapatkannya. Kini, narkoba sudah meracuni banyak warga Indonesia. Kebanyakan penggunanya merupakan kalangan remaja. Hal tersebut biasanya diakibatkan oleh kurangnya perhatian dari orangtua juga pergaulan yang kurang sehat.
Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah NAPZA yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "NAPZA", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Namun, kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya sehingga menyebabkan dampak yang buruk bagi pemakainya.
Orang yang kecanduan narkoba cenderung ingin terus mendapatkannya sehingga bisa saja si pecandu melakukan aksi kejahatan demi mendapatkan barang itu lagi. Ketika pecandu sedang dalam keadaan mabuk setelah memakai narkoba dan dalam keadaan tidak sadar, dia bisa melakukan aksi kejahatan seperti pemerkosaan dan pembunuhan.
Menurut data BNN , Kasus penyalahgunaan narkoba bertambah setiap tahunnya. Di Indonesia, angka pengguna narkoba rata-rata meningkat sebanyak 15% per tahunnya. Narkoba yang biasa digunakan oleh kalangan muda biasanya dikarenakan oleh beberapa hal. Pertama, kegagalan yang dialami dalam kehidupan. Kedua, pergaulan yang bebas dan lingkungan yang kurang tepat. Ketiga, kurangnya siraman agama. Keempat, keinginan untuk sekadar mencoba. Kelima, kurangnya perhatian dari orangtua.
Cara untuk mencegah penggunaan narkoba antara lain. Pertama,membangkitkan kesadaran beragama, menginformasikan hal-hal positif dan bermanfaat. Kedua, selektif dalam memilih teman. Ketiga, selektif dalam memilih makanan dan minuman. Keempat, menghindarkan diri dari lingkungan yang tidak tepat. Kelima, membentuk kelompok-kelompok kecil yang saling mengingatkan. Keenam, bila berhadapan dengan orang/teman yang mulai bersentuhan dengan narkoba, gunakan kasih sayang untuk menariknya ke jalan hidup yang lebih sehat. Ketujuh, mengetahui fakta-fakta tentang narkoba termasuk akibat-akibat yang di timbulkan oleh barang-barang haram tersebut.
- Identifikasi teks eksposisi di atas adalah sebagai berikut:
- Tesis : Narkoba berbahaya bagi generasi muda.
- Argumen : (1) Orang yang kecanduan narkoba cenderung ingin terus mendapatkannya sehingga bisa saja si pecandu melakukan aksi kejahatan demi mendapatkan barang itu lagi, (2) Ketika pecandu sedang dalam keadaan mabuk setelah memakai narkoba dan dalam keadaan tidak sadar, dia bisa melakukan aksi kejahatan seperti pemerkosaan dan pembunuhan, (3) Menurut data BNN , kasus penyalahgunaan narkoba bertambah setiap tahunnya, (4) Di Indonesia, angka pengguna narkoba rata-rata meningkat sebanyak 15% per tahunnya, (5) Narkoba yang biasa digunakan oleh kalangan muda biasanya dikarenakan oleh beberapa hal.
- Rekomendasi : Cara untuk mencegah penggunaan narkoba.